IPML Kecam Jalan Lapen Loleo Jaya–Loleo Mekar Tak Tuntas, Ancam Kembali Datangi Kantor Bupati

a7e4ddc2-fb97-4bb7-97b2-971514e80edf

Ketua Umum (IPLM) Desa Loleo Mekar Risal Tuahuns

HALSEL, Harian-Timur.com Ikatan Pelajar Mahasiswa Loleo Mekar (IPML) mengecam Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terkait pembangunan jalan lapen yang menghubungkan Desa Loleo Jaya dengan Desa Loleo Mekar, yang dinilai tidak tuntas dan belum menyentuh wilayah Desa Loleo Mekar.

Kondisi tersebut kembali memicu kekecewaan masyarakat dan mahasiswa. Pasalnya, pembangunan jalan yang diharapkan menjadi akses utama masyarakat justru disebut hanya berakhir di pertengahan wilayah antara Desa Loleo Jaya dan Desa Loleo Mekar.

Ketua Umum IPML, Risal Tuahuns, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur merupakan hak masyarakat, termasuk masyarakat Desa Loleo Mekar.

Ia mengatakan, apabila tuntutan masyarakat terkait pemerataan pembangunan jalan tidak segera mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Halsel, pihaknya bersama masyarakat akan kembali mendatangi Kantor Bupati untuk meminta penjelasan secara langsung.

“Jika tuntutan masyarakat terkait pemerataan pembangunan pengaspalan jalan tidak dikabulkan oleh Pemerintah Kabupaten, maka kami mahasiswa dan masyarakat Loleo Mekar akan kembali mendatangi Kantor Bupati untuk meminta penjelasan,” tegas Risal.»

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang selama ini berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi akses jalan menuju Desa Loleo Mekar.

Risal bahkan memperingatkan bahwa aksi berikutnya berpotensi melibatkan massa yang lebih besar apabila pemerintah daerah tidak segera memberikan kepastian.

“Maka jangan salahkan kami jika kami kembali dengan jumlah yang lebih banyak dan akan mengepung Kantor Bupati Kabupaten Halsel,” tegasnya.»

Risal menjelaskan bahwa pembangunan jalan menuju Loleo Mekar bukan sekadar persoalan infrastruktur fisik. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat, khususnya anak-anak Desa Loleo Mekar yang harus menuju Desa Loleo Jaya untuk mendapatkan pendidikan tingkat SMP hingga SMA.

Karena itu, menurutnya, kondisi jalan yang layak seharusnya menjadi kebutuhan mendesak dan masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah.

Ia menilai akses transportasi yang buruk dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pendidikan masyarakat, terutama bagi para pelajar yang setiap hari harus melewati akses tersebut.

“Pengaspalan jalan merupakan akses utama Loleo Mekar yang menghubungkan ke Desa Loleo Jaya, tempat sekolah SMP-SMA. Ini adalah kebutuhan mendesak dan prioritas. Jalan yang baik harus dijamin,” ujarnya.»

Lebih lanjut, Risal menegaskan bahwa pembangunan jalan memiliki kaitan erat dengan masa depan generasi muda di Desa Loleo Mekar.

“Jalan ini bukan sekadar prasarana fisik. Ia adalah jalur harapan bagi generasi penerus,” katanya

Menurut dia, akses jalan yang buruk berisiko menghambat aktivitas masyarakat, termasuk kehadiran siswa di sekolah, akses terhadap layanan kesehatan, serta semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.

Kondisi tersebut, kata Risal, tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil karena menyangkut masa depan generasi muda di Desa Loleo Mekar.

“Terutama masyarakat Loleo Mekar dan adik-adik kita yang sedang menuntut pendidikan SMP sampai SMA. Mereka membutuhkan akses jalan yang layak,” tegasnya.

IPML mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati Halsel, agar memberikan perhatian serius terhadap tuntutan masyarakat Loleo Mekar.

Mereka meminta pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan secara parsial, tetapi memastikan konektivitas jalan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan.

Risal menegaskan, apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons, pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Jika tuntutan ini tidak segera direspons oleh Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bupati Halsel, maka saya tidak segan mengajak seluruh masyarakat Loleo Mekar dan mahasiswa untuk kembali mendatangi Kantor Bupati Halsel,” tegasnya.»

IPML berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat dan mahasiswa untuk menjelaskan secara terbuka terkait status pembangunan jalan Loleo Jaya–Loleo Mekar, termasuk alasan pembangunan belum sampai ke wilayah Desa Loleo Mekar serta rencana pemerintah untuk melanjutkan pembangunan tersebut.

Bagi masyarakat Loleo Mekar, persoalan jalan bukan hanya tentang aspal dan infrastruktur, tetapi menyangkut akses pendidikan, kesehatan, mobilitas ekonomi, dan masa depan masyarakat desa.

Karena itu, mereka meminta Pemkab Halsel segera memberikan kepastian dan langkah nyata agar persoalan akses jalan tersebut tidak terus menjadi keluhan masyarakat dari tahun ke tahun.(Red)