Asosiasi Gemstone Kolano Bacan Kecam Ketidakhadiran Pedagang Asal Binjai, Dinilai Abaikan Etika dan Tradisi Lokal
HALSEL, Harian-Timur.com Sikap seorang pedagang perempuan asal Binjai yang beraktivitas di Halmahera Selatan menuai sorotan tajam dari Asosiasi Gemstone Kolano Bacan. Yang bersangkutan dinilai tidak menunjukkan itikad baik setelah mangkir dari pertemuan penting yang melibatkan para pembeli batu Bacan dan pengurus asosiasi.
Pertemuan tersebut digelar sebagai forum resmi untuk memperkuat koordinasi, menjaga stabilitas perdagangan, serta menegakkan nilai-nilai adat dan tradisi yang telah lama dijunjung di wilayah Bacan, yang dikenal sebagai bagian dari Negeri Saruma.
Namun, ketidakhadiran pedagang tersebut tanpa keterangan yang jelas memicu kekecewaan mendalam di kalangan anggota asosiasi. Sikap ini bahkan dinilai mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap komunitas lokal dan mekanisme yang telah disepakati bersama.
“Forum seperti ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi bagian dari upaya menjaga marwah dan tatanan perdagangan batu Bacan. Ketidakhadiran tanpa alasan jelas tentu menjadi preseden yang tidak baik,” ujar salah satu sumber di lingkungan asosiasi.
Lebih jauh, sejumlah anggota menilai adanya kecenderungan sikap tidak kooperatif dari yang bersangkutan, termasuk dugaan enggan mengikuti aturan dan tradisi lokal yang selama ini menjadi landasan kebersamaan para pelaku usaha di wilayah tersebut.
Asosiasi menegaskan bahwa setiap pelaku usaha, baik masyarakat lokal maupun pendatang, wajib menghormati norma, adat, serta kesepakatan bersama demi menjaga keharmonisan dan keberlangsungan aktivitas perdagangan.
Hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi terkait ketidakhadirannya maupun tanggapan atas sorotan yang berkembang. (Red)






