Diduga Gegara Aktifitas PT Harita Korbankan Warga, Masa Demo Di Kediaman Gubernur Malut
HALSEL, HarianTimur. Puluhan Aliansi peduli soligi Mengelar Aksi demonstrasi di depan kediaman gubernur Provinsi Maluku Utara Serly Laos dan Kantor Cabang PT. Harita Grup
namun di dalam demonstrasi yang berlansung di kediaman gubernur tidak ada seorangpun pihak sehingga pada berkisar pukul ,13 00 aliansi peduli soligi bergeser ke Rute selanjutnya yakni kantor Cabang PT. harita Grup, Yang berlokasi di kelurahan Kalumata Ternate Selatan Kamis 19/06/2025
Risal Tuahuns dalam Orasinya mengatakan bahwa banjir yang kemudian melanda desa soligi kecamatan Obi Selatan, beberpa waktu lalu itu bukan atas dasar bencana alam tapi akibat dari aktivitas pertambangan kontraktor Pratama di bawa naungan PT. Harita grup yang berdekatan dengan area desa soligi sehingga mengakibatkan terjadinya bencana alam besar besaran di desa soligi
Risal, juga menegaskan Bahwa Pemerinta kabupaten Halmahera Selatan harus bertanggungjawab atas bencana alam banjir yang menipah masyarakat Obi khususnya yang terjadi di desa soligi. Ucapny
Sementara itu Andrianto sebagai koordinator lapangan (korlap) mengatakan bahwa aksi tersebut tujuannya ingin hering bersama dengan pihak tertinggi PT. Harita grup atau staf dari harita grup,
namun ketika di tanya melalui security mengatakan bahwa direktur utama PT. Harita itu tidak berada di kota Ternate beliau sedang berada di Manado ucap security,
Sementara keterangan dari korlap, ”semalam saya di telpon ole pihak tertinggi/ direktur utama harita grup beliau mengajak saya untuk bertemu di sebuah hotel namun saya menolak ” itu artinya bahwa pihak Harita Masi berada di kota Ternate naum tidak mau bertemu dengan massa aksi.unkap.korlap
Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang di Suarakan yaitu pertama pemerintah kabupaten Halmahera Selatan harus secepatnya memberikan bantuan kepada masyarakat soligi yang terdampak banjir, Dinas lingkungan hidup (DLH) segera mengkaji kembali RT/RW desa soligi,
mendesak PT. Harita grup agar secepatnya melakukan pembangunan tembok, Bronjong sepanjang aliran, Sungai yang berada di Desa soligi, mendesak pemerintah daerah harus mengevaluasi kinerja PT. Trimegah bangun persada Anak cabang dari PT Harita grup terkait aktivitas pembangunan bandara yang berstatus sebagai proyek strategis nasional/PSN,
PT Harita grup harus bertanggungjawab atas banjir yg terjadi di desa soligi, mendesak PT Harita grup untuk tidak mencemari air bersih yang di konsumsi warga kawasi, PT harita grup juga stop mencemari pemukiman Warga kawasi dan area sekitarnya dengan tercemarnya kromium c6, mendesak kepada PT Harita grup agar tidak mengalihfungsikan jalan penghubung masyarakat desa soligi dan desa kawasi dengan aktivitas pertambangan Itu lah beberapa tuntutan yang kami bawa pada aksi hari ini. Tegas Anto (korlap.(Ical/red)






