Gudang Rumput Laut Desa Laluin Rampung 100 Persen, Pabrik Pengolahan Segera Dibangun
HALSEL, Harian-Timur.com Pembangunan gedung gudang penampungan rumput laut kering di Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), telah rampung 100 persen. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas para pembudidaya rumput laut sekaligus memperkuat sektor ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Desa Laluin, Viky Selamat, kepada media ini menjelaskan bahwa gedung penampungan rumput laut kering tersebut telah selesai dikerjakan oleh CV Indong Saputri.
“Pembangunan gedung penampungan rumput laut kering yang dikerjakan oleh CV Indong Saputri telah rampung 100 persen,” ujar Viky.
Menurutnya, keberadaan gudang penampungan tersebut sangat penting bagi masyarakat, khususnya para pembudidaya rumput laut. Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil produksi masyarakat dapat ditampung dan disimpan dengan lebih baik sebelum dipasarkan.
Viky Selamat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor kelautan dan perikanan.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung penampungan rumput laut kering tersebut merupakan program melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Laluin dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin. Pembangunan gedung ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama para pembudidaya rumput laut,” jelasnya
Tidak hanya pembangunan gudang penampungan, Desa Laluin juga dalam waktu dekat akan mendapatkan fasilitas pabrik pengolahan rumput laut.
Viky mengatakan, rencana pembangunan pabrik tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ekonomi Agromaritim di wilayah Kayoa Selatan.
Dengan hadirnya pabrik pengolahan, rumput laut masyarakat nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah atau rumput laut kering, tetapi dapat diproses menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.
“Dalam waktu dekat ini juga akan dibangun pabrik pengolahan rumput laut di Desa Laluin. Jadi, setelah rumput laut masyarakat dikeringkan dan ditampung, nantinya dapat dilanjutkan ke proses pengolahan,” jelas Viky.
Ia menilai, pembangunan pabrik tersebut akan memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan industri pengolahan juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Menurut Viky, masyarakat nantinya juga akan mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan rumput laut sehingga tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi dapat ikut terlibat dalam menghasilkan produk olahan.
Program tersebut, kata dia, merupakan langkah strategis dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.
“Kalau selama ini masyarakat menjual rumput laut dalam bentuk kering, dengan adanya pabrik nanti kita berharap bisa diolah menjadi bahan makanan dan produk lainnya. Dengan begitu, nilai jualnya bisa lebih tinggi,” ujarnya.
Masyarakat Desa Laluin menyambut baik pembangunan gudang penampungan dan rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut tersebut.
Program ekonomi Agromaritim yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dinilai memberikan perhatian terhadap potensi kemaritiman, khususnya sektor budidaya rumput laut yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Viky berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Laluin maupun masyarakat Kayoa Selatan secara umum.
“Kami sangat mengapresiasi program Agromaritim ini. Harapan kami, seluruh fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan benar-benar berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga,” pungkasnya.
Dengan rampungnya gudang penampungan dan rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut, Desa Laluin diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kawasan pengembangan komoditas rumput laut di wilayah Kayoa Selatan, mulai dari budidaya, penampungan, pengolahan hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.(Red)






