Musda VII KNPI Halmahera Selatan Tanpa Melibatkan OKP Cipayung, GMKI Kritik Kepemimpinan Caretaker

IMG-20250723-WA0057

Jenri Pureng Ketua Cabang GMKI Bacan

HALSEL, HarianTimur.Rapat pembentukan panitia Musyawarah Daerah (Musda) ke VII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan yang digelar Selasa malam (22/07/2025) di sekretariat DPD II KNPI setempat, menuai kritik keras. Pasalnya, organisasi kepemudaan (OKP) dari Cipayung, yang merupakan bagian penting dalam sejarah KNPI, tidak dilibatkan dalam proses tersebut.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan mengecam keputusan kepemimpinan caretaker KNPI Halmahera Selatan yang dinilai kehilangan arah dan enggan melakukan kolaborasi dengan OKP Cipayung. GMKI menilai langkah tersebut sangat disayangkan mengingat pentingnya keterlibatan OKP Cipayung dalam pengambilan keputusan strategis KNPI.

“Kami tidak menuntut posisi atau jabatan dalam kepanitiaan Musda, namun kami mendorong agar sejarah dan hubungan erat antara OKP Cipayung dengan KNPI tidak dilupakan. Kolaborasi adalah kunci utama untuk membangun KNPI yang solid dan berdaya guna,” tegas Ketua GMKI Cabang Bacan, Jendri Pureng.

Secara historis, KNPI lahir dari semangat bersama OKP Cipayung yang terdiri dari organisasi-organisasi kepemudaan besar seperti HMI, PMKRI, GMKI, dan IMM. OKP Cipayung menjadi embrio utama pembentukan KNPI pada tahun 1973 sebagai wadah pemersatu pemuda dari berbagai latar belakang organisasi di Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan OKP Cipayung dalam setiap agenda besar KNPI, termasuk Musda, merupakan hal yang tak terpisahkan dan harus dihormati.

“Bagaimana mungkin kita menentukan arah baru kepemimpinan KNPI Halmahera Selatan tanpa koordinasi dan sinergi yang baik dengan OKP lain, terutama OKP Cipayung?” lanjut pernyataan Ketua GMKI Cabang Bacan.

Musda KNPI Halmahera Selatan ke VII merupakan momen penting dalam menentukan masa depan dan arah organisasi pemuda terbesar di daerah ini. Namun, dengan tidak dilibatkannya OKP Cipayung dalam pembentukan panitia, muncul kekhawatiran bahwa semangat persatuan dan demokrasi dalam KNPI akan terganggu.

Kepemimpinan caretaker KNPI Halmahera Selatan diharapkan segera memperbaiki komunikasi dan membangun sinergi yang lebih baik dengan seluruh OKP, khususnya Cipayung, agar Musda dapat berjalan sukses dan mencerminkan aspirasi seluruh pemuda di daerah. Jika hal ini tidak dilakukan, kami secara institusional akan menolak pelaksanaan Musda KNPI DPD II.(Tim)