Tragis! Karyawan Tambang Asal Papua Barat Ditemukan Tewas di Kawasi Obi, Diduga Kuat Korban Pembunuhan
HALSEL, Harian-Timur.com Peristiwa tragis kembali mengguncang kawasan industri pertambangan di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang pria muda ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (17/04/2025), dengan dugaan kuat menjadi korban tindak pembunuhan.
Korban diketahui bernama Kristian Roberto Suu (20), seorang karyawan PT. BTG KPS yang berada di bawah naungan Harita Group. Ia merupakan warga asal Kampung Horna Baru, Desa Atibo, Kecamatan Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lokasi kejadian, jasad korban ditemukan dengan luka serius berupa sobekan di bagian leher. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa korban tidak meninggal secara wajar, melainkan akibat tindakan kekerasan yang mengarah pada pembunuhan.
Penemuan jasad korban sontak menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat serta para pekerja tambang di wilayah Kawasi. Lokasi penemuan yang berada di area aktivitas industri semakin memperkuat kekhawatiran akan aspek keamanan tenaga kerja di kawasan tersebut.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa korban sebelumnya masih terlihat beraktivitas seperti biasa. Namun, tidak lama kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan luka yang dinilai tidak mungkin terjadi secara alami.
“Luka di bagian leher itu sangat mencurigakan. Ini bukan kecelakaan biasa, kuat dugaan ada unsur kekerasan,” ungkap salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.
Meski indikasi awal mengarah pada tindak pidana, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun penyebab pasti kematian korban. Kapolsek Obi yang dikonfirmasi oleh awak media belum memberikan tanggapan, sehingga memunculkan tanda tanya besar di tengah publik.
Sikap bungkam aparat penegak hukum ini menuai sorotan dari masyarakat yang mendesak agar kasus tersebut segera diungkap secara transparan dan profesional. Mengingat korban adalah pekerja aktif di perusahaan besar, publik menilai penting adanya jaminan keamanan serta perlindungan bagi seluruh tenaga kerja di kawasan industri.
Selain itu, keluarga korban di Papua Barat tentu sangat menantikan kejelasan atas peristiwa memilukan ini. Mereka berhak mengetahui penyebab kematian serta perkembangan proses hukum yang berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian dikabarkan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, termasuk mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Namun demikian, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan apakah kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi semua pihak, terutama perusahaan dan aparat keamanan, untuk meningkatkan pengawasan serta memastikan keselamatan para pekerja di wilayah pertambangan.
Publik kini menunggu langkah tegas dari kepolisian untuk segera mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis Kristian Roberto Suu—apakah benar murni tindak kriminal, serta siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa seorang pekerja muda tersebut. (Red)





