Penemuan Mayat Karyawan PT BTG KPS Gegerkan Warga di Teluk Bintuni

01ba8ac2-ff85-4866-97c7-6b1fccec44bb

HALSEL, Harian-Timur.com Seorang Mayat laki-laki yang di temukan di dewa kawasi kecamatan obi Kabupaten Halmahera selatan, Maluku Utara pada Jumat 17/04/2025

Merupakan Karyawan PT. BTG KPS yang di bawa naungan PT. Harita Grup Korban Tersebut Berasal dari Kampung Horna Baru, Desa Atibo, Kecamatan Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,  yang diketahui bernama Kristian Roberto Suu (20).

Korban yang merupakan karyawan PT BTG KPS tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang masih berada di sekitar wilayah aktivitas perusahaan. Harita Nicekl Penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Kampung Horna Baru, Desa Atibo. Ia diketahui beragama Kristen Protestan dan sehari-hari bekerja sebagai karyawan di perusahaan PT BTG KPS yang di bawah naungan Harita Grup yang beroperasi di wilayah tersebut.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga yang berada di lokasi kejadian tampak berkerumun, sementara pihak keamanan segera melakukan pengamanan guna menghindari kerumunan yang berlebihan.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan mendalami penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur lain,” ujar salah satu aparat yang berada di lokasi, singkat.

Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Sementara itu, pihak keluarga korban telah diberitahu terkait peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta rekan kerja korban. Warga setempat berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT BTG KPS belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut (red)