Kegiatan Retret di Bandung, Sejumlah Kades di Halsel Diduga Tinggalkan Utang Ratusan Juta

IMG-20251014-WA0016

Ratusan Kapala Desa Berkumpul Di Depan Gedung IPDN Jatinangor Jakarta Barat

HALSEL,Hariantimur.com Kegiatan retret Kepala Desa se-Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di Bandung, Jawa Barat, menuai sorotan tajam.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan itu diduga menekan sejumlah kepala desa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Berdasarkan penelusuran media ini, Senin (20/10/2025), beberapa kepala desa mengaku terpaksa menggunakan gaji perangkat desa untuk menyetor biaya ke panitia retret di Jakarta dengan besaran sekitar Rp25 juta per kepala desa.
Bahkan, sebagian di antaranya diketahui meminjam uang dari rentenir dengan bunga tinggi mencapai 40 hingga 50 persen demi memenuhi kewajiban mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Gerakan Pemuda Marhaenisme Halmahera Selatan, Harmain Rusli, menilai kegiatan retret tersebut sarat kepentingan dan berpotensi menjadi proyek terselubung dari DPMD Halsel.

“Kami menduga kegiatan retret Kepala Desa di Bandung itu hanyalah proyek Dinas PMD Halsel,” ujar Harmain.

Lebih lanjut, Harmain menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak termasuk dalam prioritas hasil Musyawarah Desa (Musdes) maupun dalam dokumen APBDes tahun 2025.

“Ini temuan besar. Banyak kepala desa tidak memasukkan anggaran retret dalam APBDes. Jadi jangan salahkan mereka jika dalam audit Inspektorat nanti muncul temuan, karena kegiatan ini perintah dari Kadis PMD Halsel,” tegasnya dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPMD Halmahera Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pemotongan dan tekanan terhadap para kepala desa untuk mengikuti kegiatan tersebut. (Jul/red)