Korban Penganiayaan Anak di Babang Diduga Kembali Dibawa Paksa, Keluarga Lapor Polisi
Ilusterasi
HALSEL, Harian-Timur.com Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali memicu kekhawatiran. Korban berinisial FS (16), yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan oleh empat terlapor, kini dilaporkan kembali dibawa dari rumah neneknya oleh seseorang yang disebut sebagai kerabat dekat para terlapor.
Informasi ini disampaikan oleh nenek korban, Mardia. Ia menuturkan bahwa FS dibawa dari rumahnya dengan cara dibujuk, lalu dinaikkan ke sepeda motor oleh seorang warga berinisial IPAL, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan para terlapor dalam kasus sebelumnya.
“Yang datang itu IPAL, warga Babang. Dia membawa cucu saya dari rumah. Padahal sebelumnya anak tiri IPAL juga ikut dilaporkan ke Polres terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap FS,” ujar Mardia kepada media ini.
Sebelumnya, empat warga Babang telah dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan atas dugaan membawa serta melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap FS. Peristiwa tersebut sempat ditangani aparat, namun situasi kembali memanas setelah kejadian terbaru ini.
Menurut keterangan Mardia, pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIT, beberapa orang tak dikenal terlihat berada di sekitar rumah yang ditempati FS. Kehadiran mereka membuat korban ketakutan hingga bersembunyi di bawah tempat tidur sambil memanggil neneknya.
Keesokan harinya, sekitar pukul 15.00 WIT di tanggal yang sama, IPAL datang ke rumah tersebut. Tanpa banyak bicara, ia disebut menarik FS keluar rumah dan membawanya pergi menggunakan sepeda motor matic berwarna hijau.
“Saya sempat berusaha mencegah, tapi mereka sudah keburu pergi dengan kecepatan tinggi,” tutur Mardia.
Mendapat informasi itu, orang tua korban segera melapor ke Satreskrim Polres Halmahera Selatan. Dua personel kepolisian dilaporkan telah melakukan upaya pencarian terhadap FS bersama keluarga.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian bertindak cepat mengingat korban masih di bawah umur dan sebelumnya sudah menjadi korban dugaan kekerasan. Keluarga juga meminta perlindungan hukum agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran keberadaan korban dan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. (Jul)






