Ayah Korban Janji Buka Kedok Keluarga Pelaku Siksa Anak Di Babang Soal Mafia BBM Subsidi
HALSEL, Hariantimur.com Kasus penyiksaan anak yang terjadi di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Orang tua korban kembali mengingatkan beberapa keluarga pelaku yang diduga kuat terlibat Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, merupakan perbuatan perampasan atau pencurian berjamah atas hak hak Warga selama ini.
Penganiayaan dan pengeroyokan serta membawa anak secara paksa tanpa sepengetahuan keluarga, diduga kuat dilakukan sejumlah pelaku asal Warga Desa Babang, tehadap korban inisial F (16) hingga mengalami bengkak dan lebam diseguyur tubuhnya membuat korban sulit untuk tidur.
Menurut orang tua korban, Sukandi Ali Alias Kandi yang berprofesi sebagai Wartawan dengan wilayah tugas di Maluku Utara. Ia mengungkapkan bahwa usai korban dianiaya secara bersama sama oleh sejumlah pelaku.
Berselang waktu 2 jam kemudian, dua orang pelaku yang diduga terlibat membawa korban secara paksa, itu menelfon dan menjelaskan kepadanya bahwa pelaku yang mencuri sepeda motor bukan anaknya melainkan pihak lain.
Kandi menjelaskan dalam percakapan lewat via telfon yang terekam suara, kedua orang tersebut diduga kuat beralibi untuk memutar balikkan fakta untuk menyembunyikan insiden penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban.
“Setelah kecil (korban) sudah disiksa oleh sejumlah pelaku tanpa fakta yang sesungguhnya, barulah sekitar dua jam kemudian ada dua orang komunikasi dengan saya lewat sambungan telfon menggunakan HP milik istri saya.
Dalam percakapan, kedua orang itu menyampaikan tidak terjadi apa apa. Bahkan kecil (korban) merasa di bawah tekanan jadi awalnya mengaku tidak disiksa. Setelah sampai di rumah barulah korban terasa sakit sehingga korban dan saksi D menceritakan perbuatan pelaku saat melakukan penganiayaan,” Ungkap Kandi.
Kandi juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian tau persis jika anaknya bersalah tidak pernah dibela bela meski di pukul atau di proses secara hukum. Sebab, hukum tidak mengenal siap saja orangnya tetap sama di muka Hukum.
“Silahkan tanya semua saudara saudara anggots kepolisian di Polsek atau di Polres, anak saya jika bersalah tidak pernah saya tutup tutupi atau bela kesalahan anak. Bila perlu proses secara hukum agar jadi pelajaran bagi siapa saja tanpa pandang bulu,” Jelas Kandi.
Atas perbuatan sejumlah pelaku terhadap korban. Kandi berjanji akan membongkar kedok beberapa keluarga pelaku yang diduga kuat terlibat Mafia BBM bersubsidi secara berjamah.
“Saya janji dan pastikan akan saya bongkar kedok beberapa pelaku yang memang bener-bener terlibat dalam bisnis BBM subsidi secara ilegal.
Keluarga pelaku yang terlibat Mafia BBM itu seharusnya sadar diri, mafia BBM subsidi adalah perbuatan mencuri hak-hak warga lemah yang selama ini minem mendapat jatahnya.
Kalau anak-anak yang nakal itu disebut kenakalan remaja. Berbeda dengan orang dewasa itu bukan kenakalan tetapi pencuri terjemah kategori perbuatan biadab dan keji yang sepantasnya di proses hukum,” Tegasnya.(Red)






