Bupati Halsel Di Desak Copot Kades Samat, Diduga Abai Tugas dan Tahan Gaji Perangkat Desa

Screenshot

Ilustrasi

HALSEL, Harian-Timur.com Kepala Desa Samat, Julfikar Nurdin, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, diduga kuat tidak menjalankan tugasnya secara maksimal. Ia disebut-sebut jarang berada di desa dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam satu tahun terakhir Julfikar Nurdin lebih banyak berada di luar desa. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaannya di Desa Samat disebut hanya berlangsung paling lama satu hingga dua hari saja.

Kondisi ini berdampak langsung pada roda pemerintahan desa. Sejumlah perangkat desa, termasuk Kaur dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dilaporkan belum menerima gaji selama kurang lebih enam bulan, terhitung sejak tahun 2025 hingga Januari–Februari 2026.

“Sudah berbulan-bulan kami tidak menerima hak kami. Sementara kepala desa juga jarang terlihat di desa,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya soal gaji, pengelolaan dana desa juga menjadi sorotan. Warga menilai selama tiga tahun terakhir tidak terlihat adanya pembangunan infrastruktur yang signifikan di Desa Samat, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan penggunaan anggaran desa.

Situasi ini membuat masyarakat merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya sendiri. Mereka menggambarkan kondisi desa seperti “ayam tanpa induk”, tanpa arah dan kepastian dalam pelayanan pemerintahan.

Masyarakat pun mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk segera mengambil tindakan tegas. Evaluasi hingga pemberhentian kepala desa dinilai sebagai langkah yang perlu dipertimbangkan demi menyelamatkan tata kelola pemerintahan di Desa Samat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Samat, Julfikar Nurdin, di konfirmasi media ini terkait berbagai tudingan tersebut tidak memberikan keterangan apa”.(red)