Diduga Bohongi Publik, Kades Samat Gane Barat Utara Belum Bayar Gaji Perangkat Desa Selama 6 Bulan

69a7edee-898c-4c53-b1e7-ff2fc6066518

HALSEL, Harian-Timur.com Kepala Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Julfikar Nurdin, kuat diduga telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta kepada publik terkait pembayaran gaji perangkat desa.

Pasalnya, meskipun sebelumnya beredar pernyataan bahwa gaji perangkat desa selama enam bulan telah diselesaikan, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Berdasarkan keterangan dari sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya, hingga saat ini hak-hak perangkat desa, termasuk anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan staf desa, belum juga dibayarkan.

“Sudah enam bulan kami belum menerima gaji. Terhitung sejak September, Oktober, November, Desember 2025 hingga Januari dan Februari 2026 belum ada kejelasan pembayaran,” ungkap sumber tersebut kepada Harian-Timur.com.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan perangkat desa yang selama ini tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat, meski tanpa kepastian hak mereka. Ironisnya, di tengah situasi tersebut, Kepala Desa Samat justru dikabarkan telah menyampaikan kepada publik bahwa seluruh kewajiban pembayaran telah ditunaikan.

Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan desa.

Sejumlah pihak pun mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), untuk segera turun tangan melakukan klarifikasi dan audit terhadap pengelolaan keuangan Desa Samat.

“Ini bukan soal angka semata, tapi soal hak dan keadilan. Jangan sampai perangkat desa yang menjadi ujung tombak pelayanan justru diperlakukan tidak adil,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kasus ini menjadi sorotan serius, karena menyangkut integritas seorang kepala desa sebagai pemimpin di tingkat paling bawah dalam struktur pemerintahan. Publik kini menunggu transparansi dan langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengungkap kebenaran atas persoalan ini.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Samat, Julfikar Nurdin, dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan apapun terkait informasi tersebut.(Red)