Kades Samat Bantah Tuduhan Lalai Tugas, Tegaskan Tetap Aktif Layani Masyarakat

69a7edee-898c-4c53-b1e7-ff2fc6066518

Kapala Desa Samat Julfikar Nurdin

HALSEL, Harian-Timur.com  Kepala Desa Samat, Julfikar Nurdin, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyebut dirinya tidak menjalankan tugas secara maksimal sebagai kepala desa.

Sebelumnya, beredar informasi di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa Julfikar Nurdin jarang berada di desa dalam kurun waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut disebut-sebut memicu keresahan warga karena dianggap berdampak pada pelayanan pemerintahan desa.

Menanggapi hal itu, Julfikar dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap aktif menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala desa, serta selalu berada di Desa Samat untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya tidak benar jika disebut jarang berada di desa. Saya tetap menjalankan tugas seperti biasa dan selalu berupaya hadir untuk masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai program desa tetap berjalan, termasuk pelayanan administrasi kepada masyarakat, koordinasi pembangunan, hingga kegiatan pemberdayaan warga. Menurutnya, jika pun terdapat waktu di luar desa, hal itu berkaitan dengan urusan dinas atau koordinasi pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Selain membantah isu kehadirannya, Julfikar juga menanggapi tudingan terkait keterlambatan atau ketidakjelasan penyaluran gaji perangkat desa. Ia memastikan bahwa hak-hak perangkat desa telah disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Gaji perangkat desa sudah disalurkan. Tidak ada yang ditahan atau diabaikan. Semua sudah diberikan sesuai prosedur,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar, serta mengedepankan komunikasi langsung apabila terdapat hal-hal yang perlu dipertanyakan.

Di sisi lain, beberapa warga mengaku berharap adanya peningkatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut. Transparansi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Pengamat pemerintahan desa menilai bahwa dinamika seperti ini kerap terjadi di tingkat desa, terutama ketika informasi tidak tersampaikan secara utuh. Oleh karena itu, dibutuhkan keterbukaan dan komunikasi yang intensif antara kepala desa, perangkat, dan masyarakat.

“Yang paling penting adalah memastikan pelayanan tetap berjalan dan masyarakat merasa dilibatkan. Klarifikasi seperti ini juga penting untuk menjaga stabilitas sosial,” ujarnya.

Hingga saat ini, situasi di Desa Samat dilaporkan tetap kondusif. Pemerintah desa pun diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat komunikasi publik guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

Dengan adanya klarifikasi dari Kepala Desa Samat, masyarakat kini diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait kondisi pemerintahan desa, sekaligus tetap mengawal jalannya pelayanan publik secara konstruktif. (Red)