Kades Bahu Diduga Hilang Lebih dari Dua Tahun, Warga Pertanyakan Kepastian Kepemimpinan Desa
Kapala Desa Bahu Badar Abas.(Harian-Timur)
HALSEL, Harian-Timur.com Kondisi pemerintahan di Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini menjadi sorotan warga. Pasalnya, Kepala Desa Bahu, Badar Abas, dikabarkan telah lama tidak berada di desa dan diduga menghilang selama lebih dari dua tahun.
Informasi ini mencuat berdasarkan keterangan sejumlah masyarakat Desa Bahu yang mengaku sudah lama tidak melihat kehadiran kepala desa dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Sudah lebih dari dua tahun kepala desa tidak terlihat di desa. Kami sebagai masyarakat tentu merasa bingung dengan kondisi ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa Badar Abas diduga meninggalkan desa dan berada di luar daerah bersama istrinya. Bahkan, sebagian warga menyebut yang bersangkutan diduga berada di Kota Manado. Namun, informasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi.
Ketiadaan kepala desa dalam jangka waktu yang cukup lama tentu berdampak pada jalannya roda pemerintahan desa. Sejumlah warga menilai, kondisi ini berpotensi menghambat pelayanan publik serta pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa.
“Kalau kepala desa tidak ada, tentu banyak urusan yang tidak berjalan maksimal. Masyarakat jadi kesulitan,” tambah warga lainnya.
Situasi ini memicu pertanyaan besar terkait mekanisme pengawasan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan maupun instansi terkait dapat segera mengambil langkah tegas guna memastikan keberlangsungan pemerintahan di Desa Bahu tetap berjalan normal.
Pengamat pemerintahan desa menilai bahwa jika benar kepala desa tidak menjalankan tugas dalam waktu lama, maka perlu ada evaluasi serius sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk kemungkinan penunjukan pejabat sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
“Negara tidak boleh kalah oleh situasi. Pemerintahan desa harus tetap berjalan, apapun kondisinya,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Badar Abas belum dapat dikonfirmasi terkait kabar tersebut. Upaya penelusuran dan konfirmasi masih terus dilakukan oleh pihak media.
Masyarakat Desa Bahu kini berharap adanya kepastian dan transparansi dari pemerintah, agar polemik ini tidak terus berlarut-larut dan pelayanan publik di desa dapat kembali berjalan secara optimal. (Red)





