Diduga Ada Upaya Bungkam Keluarga Korban, Kasus Dugaan Permintaan Uang oleh Oknum Lantas Polres Halsel Kian Menuai Sorotan

469c13ad-e1e3-4925-8a2f-34f06b41b840

HALSEL, Harian-Timur. Com Dugaan praktik tidak terpuji yang menyeret nama salah satu oknum anggota Satuan Lalu Lintas Polres Halmahera Selatan kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya muncul informasi terkait dugaan permintaan uang terhadap keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur asal Desa Marabose, kini muncul dugaan adanya upaya membungkam keluarga korban agar persoalan tersebut tidak dipublikasikan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, oknum anggota lantas bernama Wahyu sebelumnya diduga meminta uang kepada keluarga korban dengan nominal awal sebesar Rp8 juta. Namun karena pihak keluarga mengaku tidak sanggup memenuhi angka tersebut, sempat terjadi proses tawar-menawar hingga akhirnya keluarga hanya menyerahkan uang sebesar Rp5 juta.

Situasi menjadi janggal ketika setelah informasi tersebut mulai mencuat ke publik, muncul klarifikasi dari salah satu pihak keluarga korban yang meminta agar pemberitaan tersebut ditarik. Dalam percakapan WhatsApp yang beredar, pihak keluarga menyampaikan bahwa tidak pernah ada permintaan uang dari pihak kepolisian dan masalah disebut telah selesai secara kekeluargaan.

Bahkan dalam percakapan itu, pihak keluarga memohon kepada wartawan agar berita tidak dinaikkan dan meminta kasus tersebut dihentikan pemberitaannya dengan alasan persoalan telah selesai.

Namun di sisi lain, sumber lain dari keluarga korban justru memberikan keterangan berbeda. Mereka mengaku bahwa permintaan uang itu memang benar terjadi, bahkan proses negosiasi nominal uang disebut berlangsung langsung antara keluarga korban dengan oknum anggota polisi tersebut.

Perbedaan keterangan antar pihak keluarga ini memunculkan dugaan kuat adanya tekanan atau upaya membungkam keluarga korban agar fakta sebenarnya tidak terungkap ke publik.

Sejumlah warga yang mengetahui persoalan ini menilai apabila benar terdapat tindakan meminta uang kepada keluarga korban kecelakaan, apalagi disertai dugaan intimidasi agar keluarga mengubah pernyataan, maka hal tersebut merupakan tindakan yang mencoreng institusi Polri yang saat ini sedang berupaya membangun kepercayaan publik.

Masyarakat pun mendesak pimpinan Polres Halmahera Selatan dan Kepolisian Daerah Maluku Utara untuk turun tangan melakukan pemeriksaan internal secara transparan terhadap dugaan tersebut.

Kasus ini diharapkan tidak berhenti pada klarifikasi sepihak, melainkan harus diusut secara menyeluruh guna memastikan apakah benar telah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat di lapangan.

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam menjaga integritas institusi serta memastikan keadilan bagi masyarakat kecil (red)