Masjid Desa Kusubibi Tak Kunjung Rampung, Warga Pertanyakan Pengelolaan Hasil Potensi Desa

1EF799BF-8041-4C41-BED8-8BEB2DA91385

Masjid Desa Kusubibi

HALSEL, Harian-Timur.com Pembangunan Masjid Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, yang disebut-sebut bersumber dari hasil pengelolaan potensi desa berupa aktivitas cabuta, hingga kini belum juga rampung. Padahal, pengelolaan hasil potensi tersebut telah berlangsung sejak 2021.

Menurut sejumlah warga Desa Kusubibi, hasil potensi desa yang diperoleh dari aktivitas cabuta selama ini diperuntukkan untuk mendukung pembangunan masjid. Pengelolaannya disebut dipercayakan kepada salah seorang tokoh masyarakat setempat, Haji Malang.

Namun, warga mempertanyakan mengapa pembangunan masjid tersebut sampai 2026 belum juga selesai, sementara hasil potensi desa yang dikelola disebut cukup besar.

“Kalau memang hasil potensi desa itu diperuntukkan untuk pembangunan masjid, kami mempertanyakan kenapa sampai sekarang masjid belum selesai,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga juga mengungkapkan bahwa material yang masuk melalui tromol milik Haji Malang disebut mencapai puluhan hingga ratusan karung dalam sehari. Bahkan, menurut informasi yang disampaikan warga, pada hari-hari tertentu material yang masuk disebut bisa mencapai sekitar 70 karung hingga ratusan karung.

Dengan volume material tersebut, warga menduga hasil ekonomi dari aktivitas pengolahan potensi desa tersebut cukup besar dan dapat menghasilkan nilai hingga ratusan juta rupiah. Namun, mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan hasil tersebut, khususnya berapa jumlah hasil yang diperoleh, berapa yang digunakan untuk pembangunan masjid, serta ke mana penggunaan dana lainnya.

“Yang kami minta sebenarnya sederhana, yaitu transparansi. Berapa hasil yang diperoleh setiap hari, berapa yang disetor untuk pembangunan masjid dan berapa yang sudah digunakan. Jangan sampai masyarakat hanya mendengar jumlah hasilnya, tetapi pembangunan masjid tidak kunjung selesai,” katanya.

Warga berharap pemerintah desa bersama pihak-pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pengelolaan hasil potensi desa tersebut sejak 2021 hingga 2026.

Mereka juga meminta adanya laporan penggunaan hasil potensi desa, termasuk bukti penerimaan dan pengeluaran yang berkaitan dengan pembangunan Masjid Desa Kusubibi.

Jika benar hasil potensi desa telah menghasilkan ratusan juta rupiah selama beberapa tahun, warga menilai perlu ada keterbukaan mengenai total penerimaan, biaya pembangunan yang telah dikeluarkan, progres fisik masjid, serta sisa dana yang masih tersedia.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Haji Malang maupun Pemerintah Desa Kusubibi terkait besaran hasil potensi desa yang dikelola, jumlah dana yang telah digunakan untuk pembangunan masjid, serta alasan pembangunan tersebut belum selesai.(Red)