Potensi Tambang Emas Kusubibi Diduga Hanya Menguntungkan Hi Malang secara Pribadi, Pembangunan Desa Belum Terlihat
Ruma dan Kos-kosan Milik Haji Malng
HALSEL, Harian-Timur. Com Kekayaan alam berupa potensi tambang emas di wilayah Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga belum memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat. Padahal, aktivitas pengelolaan bahan tambang tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan nilai ekonomi yang cukup besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, aktivitas pengerukan material tambang emas di Desa Kusubibi diduga dikelola oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yang dikenal dengan sapaan Haji Malang. Dalam aktivitas tersebut, pengelola disebut memperoleh kesempatan pengerukan sebanyak dua kali dalam sepekan.
Dari setiap kegiatan pengerukan, jumlah material tambang yang diambil diperkirakan mencapai 70 hingga 100 karung per hari. Besarnya volume material yang dikelola tersebut diduga menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Namun, besarnya potensi ekonomi dari aktivitas tambang tersebut dinilai belum sejalan dengan perkembangan pembangunan di Desa Kusubibi. Sejumlah warga mempertanyakan manfaat yang seharusnya dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi, serta kesejahteraan warga.
Sumber masyarakat juga menyoroti sejumlah aset yang diduga dimiliki Haji Malang, seperti bangunan rumah, sejumlah unit kos-kosan, serta beberapa bidang tanah di wilayah Labuha. Aset-aset tersebut disebut-sebut berkaitan dengan hasil pengelolaan aktivitas tambang, meski hal itu belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.
Masyarakat berharap pengelolaan potensi sumber daya alam di Desa Kusubibi dapat dilakukan secara terbuka, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kepentingan umum. Mereka meminta agar hasil dari kekayaan alam desa tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi juga mampu mendorong pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola tambang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Haria-Timur.Com akan terus mengikuti perkembangan informasi ini dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan konfirmasi dari semua pihak. (Red)





