Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Aktivitas Pengusaha APMS di Babang Jadi Sorotan Warga

Screenshot

Screenshot

HALSEL, Harian-Timur.com Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang warga Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, berinisial A alias Ansar, yang disebut-sebut sebagai pengusaha APMS, diduga menampung dan memperjualbelikan BBM subsidi kepada kapal-kapal barebo yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Pasar Baru Babang.

Informasi yang dihimpun Harian-Timur.com dari sejumlah sumber menyebutkan, BBM subsidi tersebut diduga berasal dari APMS Babang Raya. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat serta sektor usaha yang berhak menerima subsidi pemerintah itu diduga terlebih dahulu dikumpulkan dan ditampung di sebuah lokasi sebelum dijual kembali kepada pihak lain dengan harga di atas harga subsidi.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, jumlah Bio Solar yang diduga ditampung mencapai sekitar 2.000 liter atau dua ton. BBM tersebut kemudian didistribusikan ke kapal-kapal barebo yang beroperasi di wilayah Babang Sulawesi

“Solar itu diduga ditampung terlebih dahulu, kemudian dijual ke kapal barebo Pengangkut Beras rute Sulawesi Babang dengan harga yang lebih tinggi. Kegiatan seperti ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah berulang kali dilakukan,” ungkap sumber kepada Harian-Timur.com.

Dugaan praktik tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, BBM subsidi merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat dan sektor-sektor tertentu agar memperoleh bahan bakar dengan harga terjangkau. Apabila disalahgunakan, maka ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat dapat terganggu.

Warga menilai, jika dugaan tersebut benar adanya, maka praktik itu tidak hanya berpotensi merugikan negara, tetapi juga menghambat distribusi BBM subsidi kepada masyarakat yang berhak menerima manfaatnya.

“BBM subsidi itu hak masyarakat. Kalau benar dijual kembali untuk mencari keuntungan pribadi, tentu sangat merugikan masyarakat kecil yang membutuhkan,” ujar salah seorang warga Babang.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian serta instansi terkait, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka meminta agar seluruh rantai distribusi BBM subsidi ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari penyaluran di APMS hingga pengguna akhir.

Selain itu, warga juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap aparat dapat bertindak cepat dan profesional agar kebenaran informasi ini dapat terungkap, sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Halmahera Selatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)