Kades Air Mangga Dikabarkan Terseret Utang Pribadi, Warga Desak Pemda Halsel Lakukan Klarifikasi

baead5c6-bd3e-4da8-a725-8fc1e9d45fb2

HALSEL, Harian-Timur.com Kepala Desa Air Mangga, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Frans Salauwe, menjadi sorotan setelah muncul informasi dan tudingan dari sejumlah pihak terkait dugaan persoalan utang pribadi yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, beredar pula tuduhan bahwa utang pribadi tersebut diduga dibayarkan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD). Jika tuduhan tersebut benar, maka hal itu berpotensi bertentangan dengan ketentuan pengelolaan keuangan desa, karena dana desa merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan kepada warga, bukan untuk kepentingan pribadi.

Tak hanya itu, beredar pula berbagai tuduhan lain mengenai kehidupan pribadi kepala desa. Namun hingga berita ini diterbitkan, seluruh tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi dan belum didukung bukti yang dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat pun mempertanyakan keputusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang mengembalikan Frans Salauwe menjabat sebagai Kepala Desa Air Mangga setelah sebelumnya sempat diberhentikan beberapa bulan lalu. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pengembalian yang bersangkutan sebagai kepala desa.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa utang pribadi tersebut berasal dari pinjaman yang dilakukan pada tahun lalu Namun demikian, belum ada keterangan resmi maupun dokumen yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

Apabila terdapat bukti yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan keuangan desa, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum maupun instansi pengawas agar dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu Kapala Desa Air Mangga Frans Salauwe di konfirmasi terkait tudingan tersebut dirinya juga tidak membantah atau memberikan tanggapan apapun hingga berita ini diturunkan. (Red)