Kades Romy Safar Klaim Perjuangkan Listrik Masuk Marikapal, Warga: Itu Program Pemerintah
HALSEL, Harian-Timur. Com Klaim Kepala Desa Marikapal, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Romy Safar, terkait perjuangan menghadirkan jaringan listrik PLN di desanya menuai sorotan warga.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Marikapal menyebut upaya menghadirkan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus dilakukan dan masyarakat tinggal menunggu proses selanjutnya.
Namun, sejumlah warga menilai klaim tersebut perlu diluruskan. Mereka menegaskan masuknya jaringan listrik ke Marikapal merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses listrik ke masyarakat, bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi kepala desa.
“Jangan salah sasaran. Listrik masuk Marikapal itu program pemerintah. Jaringan PLN sampai ke desa, bahkan pemasangan ke rumah-rumah warga dilakukan tanpa pungutan biaya. Jadi jangan program pemerintah diklaim sebagai jasa pribadi kepala desa,” tegas salah seorang warga.
Warga meminta Pemerintah Desa Marikapal membuka dokumen apabila memang terdapat perjuangan khusus yang dilakukan Romy Safar. Mulai dari surat usulan, proposal, berita acara, hingga bukti koordinasi dengan pemerintah daerah maupun PLN.
“Kalau memang Kades yang memperjuangkan, tunjukkan dokumennya. Kapan diusulkan, kepada siapa, melalui program apa, dan sejauh mana peran pemerintah desa,” ujar warga.
Menurut warga, kepala desa memang memiliki kewajiban menyampaikan aspirasi dan mengawal pembangunan. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan program pemerintah sebagai keberhasilan pribadi.
“Kalau kepala desa ikut mengusulkan dan mengawal, kami apresiasi. Tetapi harus disampaikan sesuai fakta. Jangan sampai masyarakat mendapat kesan listrik hadir hanya karena jasa pribadi kepala desa,” tegasnya.
Warga juga menyoroti pemasangan listrik ke rumah-rumah yang disebut dilakukan tanpa pungutan biaya. Mereka berharap Pemerintah Desa menjelaskan secara transparan sumber program, pihak pelaksana, pembiayaan serta mekanisme pemasangannya.
Masyarakat mengaku bersyukur akhirnya dapat menikmati akses listrik. Namun, mereka meminta keberhasilan tersebut tidak dipolitisasi.
“Kami bersyukur listrik sudah masuk. Yang kami persoalkan adalah narasinya. Program pemerintah harus disebut sebagai program pemerintah, sementara kalau ada peran Kades dalam mengusulkan atau mengawal, sampaikan secara terbuka berdasarkan bukti,” kata warga.
Warga berharap seluruh pihak dapat menjelaskan persoalan ini berdasarkan data dan dokumen, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai siapa yang mengusulkan, membiayai, melaksanakan, dan mengawal masuknya jaringan listrik PLN ke Desa Marikapal.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Marikapal Romy Safar belum memberikan klarifikasi terkait pernyataan warga tersebut (Red)





