Klarifikasi Terbaru Kades Air Mangga Bantah Isu Perempuan Simpanan, Tegaskan Utang Murni Persoalan Pribadi

baead5c6-bd3e-4da8-a725-8fc1e9d45fb2

HALSEL,Harian-Timur.com Kepala Desa Air Mangga, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Fransiskus Salawue akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan terbarunya hari ini, Melalui sambungan Telepon Ia, tegas membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan uang pinjaman untuk membiayai perempuan simpanan.

Fransiskus menegaskan bahwa persoalan yang mencuat saat ini murni terkait utang piutang pribadi dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan isu hubungan dengan perempuan lain yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan.

“Utang itu memang ada, tapi itu murni persoalan pribadi. Tidak ada hubungannya dengan perempuan mana pun, apalagi seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terkait isu hubungan asmara di masa lalu, dirinya tidak menampik pernah memiliki kedekatan dengan seorang perempuan saat masih menjabat. Namun, hal tersebut telah diselesaikan melalui proses yang berlaku hingga dirinya sempat diberhentikan dari jabatan kepala desa.

“Memang dulu saya pernah punya hubungan, dan itu sudah saya akui. Saya juga sudah menjalani proses sampai saya diberhentikan. Tapi sekarang itu sudah selesai, saya sudah tidak ada hubungan lagi, dan saya sudah diaktifkan kembali sebagai kepala desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fransiskus menilai bahwa mengaitkan utang pribadinya dengan isu perempuan simpanan merupakan hal yang tidak benar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Jangan dicampur adukkan. Itu dua hal yang berbeda. Utang ini tidak ada kaitannya dengan hubungan masa lalu saya,” tambahnya.

Terkait tudingan dari pihak korban yang menyebut belum adanya itikad baik, Fransiskus memastikan bahwa dirinya tetap bertanggung jawab dan berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban tersebut dalam waktu dekat.

“Utang itu pasti saya selesaikan. Saya akan lunasi. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan seolah-olah ada masalah lain di balik ini,” ujarnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat, sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang. Meski demikian, perhatian publik terhadap kasus ini masih cukup tinggi, mengingat posisi Fransiskus sebagai pejabat desa yang diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan adanya pernyataan resmi ini, masyarakat kini menunggu realisasi dari komitmen yang disampaikan, terutama terkait penyelesaian utang yang menjadi pokok persoalan. (Jul)