Minuman Botol Siap Saji Masih Bebas Beredar di Toko-Toko Halsel, Warga Khawatir Dampak Kesehatan Anak

Oplus_131072

HALSEL,Harian-Timur.com Peredaran minuman botol siap saji di Kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara masih terpantau marak di sejumlah toko dan kios, meski berbagai peringatan terkait dampaknya terhadap kesehatan, khususnya anak-anak, terus digaungkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, berbagai jenis minuman kemasan dengan kadar gula tinggi, pewarna buatan, hingga pengawet masih dengan mudah ditemukan di warung-warung kecil hingga toko kelontong di wilayah Bacan dan sekitarnya. Produk-produk tersebut kerap menjadi pilihan utama anak-anak karena harga terjangkau dan rasa yang menarik.

Sejumlah warga menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap peredaran minuman siap saji tersebut. Mereka menilai, masih banyak pedagang yang menjual produk tanpa memperhatikan kandungan gizi maupun izin edar secara jelas.

“Anak-anak sekarang lebih sering beli minuman botol daripada air putih. Kita khawatir dampaknya ke kesehatan, apalagi kalau dikonsumsi setiap hari,” ujar Yamin salah satu orang tua di Kota Bacan, Senin (26/01/2026).

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah beredarnya informasi terkait daftar minuman siap saji yang dinilai berisiko bagi kesehatan anak-anak jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan gula tinggi, pemanis buatan, serta zat aditif disebut berpotensi memicu obesitas, gangguan metabolisme, hingga menurunnya daya tahan tubuh pada anak.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, dapat meningkatkan pengawasan serta melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat. Edukasi tentang pentingnya membaca label kemasan dan membatasi konsumsi minuman manis dinilai sangat mendesak.

“Bukan melarang total, tapi paling tidak ada pengawasan dan edukasi. Anak-anak harus dilindungi,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret pengawasan peredaran minuman botol siap saji di Halmahera Selatan.

Namun masyarakat berharap ada tindakan preventif agar dampak jangka panjang terhadap kesehatan generasi muda dapat diminimalisir.(Red)