Tiga Tahun Aktivitas Cabutan Material Bijih Emas, Warga Kusubibi Pertanyakan Kontribusi untuk Pembangunan Desa

Screenshot

HALSEL, Harian-Timur.com Aktivitas cabutan material bijih emas di Desa Kusubibi, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut karena dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap pembangunan desa selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang ditemui media ini, aktivitas pengangkutan material bijih emas berlangsung hampir setiap hari dengan volume yang disebut cukup besar. Namun, menurut mereka, hingga kini belum terlihat adanya program pembangunan yang secara jelas dibiayai dari potensi tersebut.

Sejumlah narasumber menyampaikan bahwa Haji Malang selama ini dikenal sebagai pihak yang mengoordinasikan aktivitas cabutan material bijih emas. Mereka menduga hasil dari aktivitas tersebut belum memberikan kontribusi sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Klaim tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa dalam musyawarah desa pernah dibahas rencana pembangunan sarana air bersih yang disebut akan dibiayai dari potensi desa yang berkaitan dengan aktivitas cabutan material bijih emas.

“Dalam rapat desa pernah disampaikan bahwa hasil potensi itu akan dipakai untuk membangun air bersih. Sampai sekarang masyarakat belum melihat realisasinya,” ujar sumber tersebut.»

Keterangan serupa juga disampaikan oleh salah seorang aparatur pemerintah desa yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut masyarakat masih mempertanyakan tindak lanjut dari rencana tersebut karena kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan di desa.

Kondisi itu memunculkan harapan agar pengelolaan setiap potensi desa dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Warga meminta pemerintah desa bersama lembaga pengawasan terkait memberikan penjelasan mengenai pengelolaan potensi desa, termasuk apabila terdapat penerimaan yang berkaitan dengan aktivitas cabutan material bijih emas.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Haji Malang untuk memperoleh konfirmasi dan memberikan hak jawab atas berbagai keterangan yang disampaikan narasumber.( red)