Diduga Terbengkalai Selama Setahun, Speedboat Puskesmas Wayaua Bernilai Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Screenshot

HALSEL, Harian-Timur.com Speedboat milik Puskesmas Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilaporkan terbengkalai dan tidak terurus selama kurang lebih satu tahun. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan serta pemanfaatan fasilitas transportasi laut yang diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber setempat, speedboat yang pengadaannya disebut-sebut menelan anggaran sekitar Rp1 miliar melalui Dinas Kesehatan tersebut kini tidak lagi terurus sebagaimana mestinya.

“Speedboat itu sudah kurang lebih satu tahun tidak terurus,” ungkap salah satu sumber setempat.

Kondisi ini menjadi perhatian karena speedboat tersebut diperkirakan baru berusia sekitar dua tahun sejak dibuat atau diadakan. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, fasilitas tersebut semestinya dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau yang membutuhkan akses transportasi laut.

Apabila benar tidak difungsikan dalam jangka waktu yang lama, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari instansi terkait. Selain berpotensi menyebabkan kerusakan fasilitas, tidak optimalnya pemanfaatan sarana transportasi kesehatan juga dapat berdampak pada efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan memberikan penjelasan mengenai status aset tersebut, termasuk kondisi terkini, biaya pemeliharaan, serta alasan speedboat itu diduga tidak terurus selama kurang lebih satu tahun.

Transparansi diperlukan untuk memastikan bahwa anggaran pengadaan fasilitas kesehatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan aset pemerintah daerah tetap terpelihara dengan baik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Puskesmas Wayaua masih dalam upaya konfirmasi terkait informasi terbengkalainya speedboat tersebut, termasuk penyebab tidak terurusnya fasilitas yang disebut baru berusia sekitar dua tahun itu.(Red)