Jembatan Penghubung Kampong Makian–Mandaong Diduga Terbengkalai, Warga Pertanyakan Realisasi Proyek Miliaran Rupiah
HALSEL, Harian-Timur Infrastruktur jembatan penghubung antara Desa Kampong Makian dan Desa Mandaong, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, diduga terbengkalai meski proyek tersebut disebut menelan anggaran miliaran rupiah.
Jembatan yang diharapkan menjadi akses vital penghubung antarwilayah itu hingga kini belum juga difungsikan secara maksimal. Kondisi proyek yang mangkrak mulai menuai sorotan masyarakat karena pembangunan yang dimulai sejak tahun 2023 tersebut sampai memasuki tahun 2026 belum menunjukkan penyelesaian yang jelas.
Informasi yang dihimpun Harian-Timur menyebutkan proyek jembatan tersebut berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dua periode dari Fraksi Golkar, Muhamad Abusama.
Namun ironisnya, proyek yang digadang-gadang menjadi solusi akses masyarakat itu justru terlihat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan langsung Redaksi Harian-Timur di lokasi, kondisi jembatan kini tampak tidak terurus dan mulai dipenuhi rerumputan liar di sejumlah bagian proyek.
Bahkan, sebagian area sekitar jembatan terlihat semak belukar tumbuh menutupi akses, sehingga menimbulkan kesan proyek tersebut telah lama tidak dikerjakan.
Warga setempat mengaku kecewa karena proyek yang semestinya membantu aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat hingga kini belum dapat dimanfaatkan.
“Sudah lama masyarakat menunggu jembatan ini selesai. Tapi sampai sekarang belum juga selesai, padahal anggarannya besar,” ungkap salah satu warga kepada Harian-Timur.
Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi jalur penghubung aktivitas masyarakat, baik untuk transportasi hasil pertanian, perikanan maupun mobilitas warga antar desa.
Masyarakat juga mempertanyakan keseriusan pihak pelaksana proyek serta instansi terkait dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan terbengkalai, kondisi bangunan dikhawatirkan mengalami kerusakan sebelum dimanfaatkan.
Selain itu, publik mulai menyoroti transparansi penggunaan anggaran proyek yang disebut bernilai miliaran rupiah tersebut. Warga meminta pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai progres pembangunan dan kendala yang menyebabkan proyek mangkrak hingga bertahun-tahun.
Aktivis pemerhati pembangunan di Halmahera Selatan juga meminta aparat penegak hukum turun melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur yang mangkrak dan tidak selesai tepat waktu.
“Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat justru terbengkalai tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas,” tegas salah satu aktivis.
Masyarakat berharap pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah serius agar proyek itu dapat kembali dilanjutkan dan segera dimanfaatkan oleh warga
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait mengenai penyebab belum rampungnya pembangunan jembatan penghubung Desa Kampong Makian dan Desa Mandaong tersebut.(Red)






