Dugaan Perselingkuhan Oknum Anggota DPRD Halsel Menguat, Publik Desak PSI Bertindak Tegas

aedef1c6-2577-40d7-9099-317631b20ef8

HALSEL, Harian-Timur.com Dugaan perselingkuhan yang menyeret oknum anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dari Partai PSI berinisial YM kian menjadi sorotan tajam publik. Isu yang kembali mencuat ini tidak lagi dianggap sekadar kabar miring, melainkan telah berkembang menjadi desakan serius dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti.

Informasi yang dihimpun pada Minggu (12/04/2026), menyebutkan YM yang duduk di Komisi I DPRD Halsel diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang perempuan berinisial T, warga Pulau Obi. Dugaan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan kini kembali mencuat luas di tengah masyarakat, dari wilayah Kepulauan Obi hingga Labuha.
Kemarahan publik tak terbendung.

Pasalnya, YM diketahui telah berstatus sebagai suami dan memiliki keluarga. Perilaku yang diduga dilakukan itu dinilai mencederai nilai moral, etika publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kedekatan YM dengan T diduga tidak lepas dari pendekatan personal yang disertai pemberian materi.

“Ini bukan lagi persoalan pribadi. Ini soal integritas pejabat publik. Kalau benar, ini sangat memalukan,” tegas sumber tersebut.

Gelombang desakan pun mulai menguat. Sejumlah tokoh masyarakat di Obi secara terbuka meminta Partai PSI dan pimpinan DPRD Halsel tidak tinggal diam. Mereka menuntut adanya klarifikasi terbuka, pemeriksaan internal, hingga penjatuhan sanksi tegas jika dugaan tersebut terbukti.

Bahkan, tuntutan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap YM mulai disuarakan sebagai bentuk konsekuensi moral dan politik.

“Kalau terbukti, tidak ada alasan untuk dipertahankan. Harus di-PAW. Ini menyangkut nama baik lembaga dan kepercayaan rakyat,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada tegas.

Hingga berita ini diterbitkan, YM maupun pihak Partai PSI belum memberikan keterangan resmi. Sikap diam ini justru semakin memperkuat kecurigaan publik dan memicu spekulasi yang berkembang liar.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen partai politik dalam menjaga integritas kadernya. Publik kini menunggu, apakah PSI dan DPRD Halsel berani bersikap tegas, atau justru membiarkan persoalan ini merusak kepercayaan masyarakat secara perlahan. (Red)